POTRET INDONESIA NEWS.COM
MEDAN.III - Kembali kumat dan meresahkan masyarakat, saat puluhan remaja yang berdomisili di jalan Sukaramai Gang Langgar dan Gang Trimo dekat pasar Sukaramai terlibat tawuran di sekitar Jalan Bromo pada Selasa ( 14 /04/ 2026)sekira pukul 00: 20 WIB.dini hari
Tetap sigap ,Tim Unit Reskrim Polsek Medan Area yang dipimpin Iptu Fajri Lubis SH yang mendapatkan informasi ada warga tawuran yang saat itu sedang berpatroli ,tancap gas langsung menuju ke tempat kejadian.
Tim Reskrim yang tiba dilokasi dengan gercep langsung berhasil mengamankan 4 remaja terduga pelaku tawuran yang saat di interogasi petugas ternyata, rata-rata merupakan anak dibawah umur usia sekolah.
Kepada awak media, Kapolsek Medan Area,AKP Ainul Yaqin melalui Kanit Reskrimnya Iptu Fajri Lubis saat dikonfirmasi di ruang kerjanya (membenarkan kejadian tawuran tersebut dan berhasil mengamankan beberapa pria remaja terduga pelaku tawuran
” Dapat kami jelaskan pada saat itu kami menerima informasi bahwa telah terjadi tawuran di jalan Bromo depan Fashion, kecamatan Medan Area. Pada hari Rabu , 15 April 2026 sekira pukul 00:10 WIB. Kemudian kita langsung menuju ke lokasi sesampainya di tempat kejadian kita temukan empat orang anak dengan inisial R, RT, RA dan ID dan pada saat diamankan di lokasi kejadian ditemukan beberapa senjata tajam,” Ungkap Iptu Fajri Lubis.SH dengan terperinci.
Sambung mantan Kanit Reskrim Medan Timur ini ,di mana selanjutnya para anak terduga pelaku diboyong ke Mako Polsek Medan Area guna di interogasi kerena terdapat Sajam dilokasi tawuran.q
” Jadi senjata tajam itu kita temukan di jalanan tempat lokasi tawuran yang ditinggal kan begitu saja ketika melihat petugas datang ke lokasi, ” Ucap Iptu Fajri Lubis.
Iptu Fajri menjelaskan tentang tindakan yang dilakukan selanjutnya terhadap 4 renaja yang terlibat tawuran itu yakni dengan memanggil orang tua dan pihak sekolah serta kepala lingkungan guna membuat surat pernyataan diri.
Kanit Reskrim juga menyampaikan motif awal terjadinya tawuran tersebut.
" Motif tawuran antar gang ini mungkin saling ejek dan saling bereng hingga sakit hati dan menimbulkan aksi tawuran” Jelas Fajri Lubis mengakhiri keterangannya ( *** )
