• Jelajahi

    Copyright © PotretIndonesiaNews.Com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    3 Hari Hanyut di Sungai Sei Silau, Mayat Rizki Ditemukan

    Last Updated 2026-02-15T05:09:43Z


     POTRETINDONESIANEWS.com <<ASAHAN>>

    Setelah 3 hari hanyut dan tenggelam di Sungai Sei Silau,akhirnya jenazah Muhammad Rizky Aslam, remaja berusia 13 tahun tersebut ditemukan Minggu (14/02/2026) sekira pukul 10.00 Wib tidak jauh dimana awal korban bermain dan mandi.


    Tim Basarnas dan tim BPBD Asahan yang menemukan langsung mengevakuasi jenazah.


    Rafi (47) salah seoarng warga Kedai Ledong, Kisaran Timur mengatakan, seperti biasanya korban hanyut dan tenggelam di aliran sungai ini, sering didapat setelah tiga hari. 


    Itu hal yang bisa dipercaya atau tidak tapi kenyataanya demikian, ujar Rafi. 


    Dan hal ini juga yang terjadi pada korban warga Jalan Jeruk Sentang Kisaran Muhammad Rizky Aslam (13) hyang ditemukan setelah tiga hari menghilang dialiran sungai ini, dan mayatnya ditemukan juga tidak jauh dari lokasi dimana korban bermain dan mandi disungai ini , ujarnya.


    Lebih lanjut Rafi mengatakan sepanjang Sungai Sei Silau ini kalau sedang banjir malah tidak ada korban hanyut, namun bila sungai ini sedang tidak ada banjir kerab terjadi kejadian seperti ini.


    Korban hanyut ini ditemukan saat orang tua korban yang dari awal kejadian berada di bantaran sungai ini meninggalkan tempat ini kembali pulang kerumahnya, saat itulah korban muncul dan tersangkut kayu atau ranting di aliran sungai ini, padahal tim Basarnas dan penyelam lainnya dilokasi itu sudah dilakukan pencarian dengan cara di buat ombak dengan menggunakan speed boat tim Basarnas.


    Korban yang sudah dievakuasi selanjutnya di bawah ke Rumah Sakit untuk mendapatkan Visum Et Repertum (VER), tuturnya.<<Red>>




    Editor : Zul


    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • 3 Hari Hanyut di Sungai Sei Silau, Mayat Rizki Ditemukan

    Terkini