• Jelajahi

    Copyright © PotretIndonesiaNews.Com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Unras di DPRD Sumut Ricuh, Sejumlah Polisi dan Pendemo Terluka, 39 Pengunjukrasa Diamankan

    Last Updated 2025-08-27T01:49:26Z


     POTRETINDONESIANEWS.com <<MEDAN>>

    Aksi unjuk rasa yang digelar ratusan massa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol, Medan, Selasa (26/8) berakhir ricuh. 


    Awalnya, massa menyampaikan aspirasi terkait tuntutan penghapusan tunjangan mewah anggota DPR dan menuntut penyesuaian gaji sesuai UMK/UMP. Namun, situasi berubah memanas ketika massa mencoba merobohkan gerbang utama DPRD dengan menggunakan tali tambang.


    Aksi itu memicu bentrokan. Massa melempari aparat dengan batu dan petasan, bahkan sempat mencoba menaiki kendaraan water cannon yang dikerahkan polisi untuk mengurai kerumunan. 


    Aparat gabungan pun dikerahkan dengan kekuatan penuh. Dari Polda Sumut, diturunkan 2 SSK Dit Samapta (200 personel), 2 SSK Brimob (200 personel), serta unsur Reserse dan Intel. Sementara Polrestabes Medan mengerahkan 380 personel. 


    Mereka membentuk barisan pertahanan lengkap dengan perlengkapan anti huru-hara untuk mencegah massa memasuki Gedung DPRD.


    Aparat gabungan dari Polda Sumut dan Polrestabes Medan tetap mengedepankan pendekatan persuasif, namun bentrokan tidak terhindarkan dan mengakibatkan sejumlah personel mengalami luka.


    Tiga personel Dit Samapta Polda Sumut yang dirujuk ke RS Bhayangkara yakni Bripda Rio William Rapmagabe Silalahi (cedera tangan kiri usai tertimpa massa), Bripda Rikoanan (cedera kaki dan kepala akibat pintu gerbang roboh serta dikeroyok massa), dan Bripda Royanto Hutasoit (luka robek di kepala kanan dekat telinga, telah dijahit).


    Selain itu, dari Polrestabes Medan tercatat Ipda Hesti Hutajulu (jatuh ke arah ban terbakar), Brigadir Anwar (luka di dengkul akibat lemparan batu), serta Bripda Daniel Silitonga (luka di pipi terkena bambu).


    Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan menegaskan, seluruh personel yang terluka sudah mendapat perawatan medis. 


    "Polri tetap menjamin kebebasan berpendapat, namun aksi anarkis tidak bisa ditolerir karena membahayakan masyarakat maupun petugas. Personel yang terluka saat menjalankan tugas mendapat penanganan intensif," jelasnya.


    Situasi di sekitar Gedung DPRD Sumut kini berangsur kondusif. Aparat masih berjaga untuk memastikan keamanan tetap terjamin.


    * Polda Sumut Bertindak Tegas, 39 Pengunjuk Rasa  Diamankan


    Sementara itu, untuk mencegah kerusuhan semakin meluas, aparat bertindak tegas namun tetap mengedepankan prinsip persuasif. Polisi mengamankan 39 orang yang diduga sebagai provokator maupun pelaku anarkis, terdiri dari 15 mahasiswa dan 24 non-mahasiswa. 


    Seluruhnya dibawa ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut guna dilakukan pemeriksaan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


    Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menegaskan bahwa langkah pengamanan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab Polri dalam menjaga stabilitas keamanan.


    "Kami menghormati hak menyampaikan pendapat di muka umum, tetapi apabila aksi dilakukan dengan cara anarkis hingga merusak fasilitas dan melukai petugas, maka aparat wajib bertindak," ujarnya.


    Lebih lanjut, Kombes Pol Ferry juga menyampaikan apresiasi terhadap sebagian besar peserta aksi yang tetap tertib dan kooperatif. Menurutnya, kebebasan berekspresi tidak boleh disalahgunakan hingga menimbulkan gangguan kamtibmas. <<Red>>



    Editor : Zul


    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Unras di DPRD Sumut Ricuh, Sejumlah Polisi dan Pendemo Terluka, 39 Pengunjukrasa Diamankan

    Terkini